Posted by: piknikkejogja | February 10, 2014

asiknya malioboro jogja

Berfoto di Jalan Malioboro. Ditengah hiruk pikuk lalu lintas jalan Malioboro Yogjakarta dengan aktivitas kendaraan roda dua, roda empat, becak, kereta kencana, sepeda onthle, pedagang jamu, tukang ojek, pengemis jalanan, tidak menyurutkan semangat para pelancong untuk berfose di depan plang nama jalan Malioboro. Kesibukan sang tuan rumah masyarakat Yogja tidak membuat ragu para turis ini untuk berfoto di depan papan jalan Malioboro. Papan nama jalan Malioboro seperti sebuah icon yang tidak boleh terlewatkan untuk didokumentasikan oleh wisatawan ini, baik bule wisatawan mancanegara maupun buk lik, pak lik, wisatawan nusantara. 

Tentunya berfose di depan plang nama jalan Malioboro bukan sekedar iseng namun sebagai bukti yang nyata bahwasannya mereka benar dan meyakinkan telah berlancong ke jalan Malioboro Yogjakarta ini. Siapa yang berani meragukan lagi, bahwa saya telah ke Yogjakarta, ” Nich ada fotonya waktu di Jalan Malioboro “ mungkin begitulah kalimat mereka.

Berikut momen-momen para turis yang sedang berfoto di depan papan nama jalan Malioboro, terekam dari kamera EOS 600 D klik disini camera slr dengan lenza Sigma DG 70-300 mm klik disini camera slr lens. Kebetulan admin lagi menunggu keberangkatan kembali ke Jakarta dengan kereta Taksaka malam sekitar pukul 5 – 6 sore. Ternyata sangat banyak para pelancong yang berfoto di depan papan nama jalan Malioboro, bagaimana dalam sehari ya ?

Ilustrasi hanya sekedar imaginasi admin, bila kurang berkenan dengan dimuatnya foto Anda, silahkan hubungi admin, akan segera dihapus, terima kasih.

Bergaya di depan papan nama Jalan Malioboro
Foto dulu di Jalan Malioboro

Lapor Komandan, saya sudah di pos depan papan nama jalan Malioboro Yogjakarta, siap menerima tugas selanjutnya ….

Turis Asing di Malioboro
“Great job sir…” , Kata si Bule kepada Dani (nama samaran). Dani pun berkata, ” I think… I think… hehehe .. ” Penonton pun bersorak (mengutip suasana x-faktor beberapa hari lalu). Bule bertanya, ” Are you singer, comedian or fotografer ? ” (just kidding broww…)
Kawasan Wisata Malioboro
Oleh-oleh Malioboro
“Dengan ini saya sudah menginjakkan kaki di Yogjakarta dan telah dengan semangat juang untuk jalan-jalan di kawasan belanja Malioboro, dan inilah buktinya kawan”
Aku Wis Nang Yogja
Aku wis nang yogja saiki, ora percoyo ? nanti aku emailin foto waktu di depan jalan Malioboro sebagai bukti yang sah dan otentik yoo…
Berfose Manis di Malioboro
“Jangan lama-lama Mas, sudah cape jalan kaki dari pasar Bringharjo, sekarang diminta foto di depan papan nama jalan Malioboro …”, “Sabar yo Dik, ini kenangan terindah kita berdua kan …”
Malioboro icon pariwisata jogja
Foto Kenangan Malioboro
“Jalan Malioboro merupakan icon jogjakarta, setiap orang yang mengaku pernah ke Yogjakarta mustinya memiliki foto di depan plang nama jalan Malioboro … Aku sih sudah punya “, Kata sang istri ( hehehe …la trus aku foto karo sopo iki )
 
Setiap peristiwa adalah sejarah hidup pribadi masing-masing, perlu tidaknya untuk didokumentasikan adalah hak prerogatif pelancong, admin sekiranya ada yang kurang berkenan , mohon maaf ya… selamat berlibur semoga dilain waktu bisa berjumpa di plang nama jalan lainnya di Indonesia, yaitu deket rumah admin jalan Malio di Bintaro . 
Posted by: piknikkejogja | February 3, 2014

lIBURAN KE JOGJA

Di Alun-alun

Rindu akan Yogyakarta sesekali terbesit di benak wisatawan. Saat liburan berikutnya, tak ada salahnya berkeliling kota yang semakin asyik untuk didatangi. Pasti banyak macam kisah baru bisa didapat di sana.

Kehangatan udara yang khas, keramahtamahan sikap penduduk membuat saya selalu kangen dan ingin datang kembali ke Yogyakarta. Selain gudeg, makanan yang paling saya rindukan di kota ini adalah pecel gendong yang banyak dijual di Jl Malioboro.

Liburan beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk liburan di Kota Yogyakarta. Tepat pukul 17.00 WIB saya dan teman bernama indra naik kereta api dari Stasiun Bandung menuju Yogyakarta. Perjalanan memakan waktu 8 jam lebih. Sekitar pukul 02.00 WIB lebih kereta berhenti di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Selesai makan nasi goreng Jawa di luar Stasiun Tugu, kami harus mengantar titipan hamster teman Ergi ke Condong Catur. Di sinilah petualangan saya dan Ergi di Yogyakarta dimulai, tujuan saya dan indra sekarang ke Malioboro.

“Subuh–subuh begini naik apa ya ke sana?” tanya saya pada indra yang sama tidak tahunya.

Kami berdua memutuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana subuh di Yogyakarta. Sedang asyik berjalan sambil bercanda, ada becak gas (becak motor) berjalan pelan di samping kami. Nah, ini dia kendaraan yang mengantar kami ke Malioboro subuh–subuh.

“Ke Malioboro ya Pak, berapa?” tanya indra. Sedikit mikir bapak tukang becak menyebut angka Rp 25.000 dan tidak mau ditawar.

Sekitar 30 menit perjalanan, becak yang kami naiki berhenti tepat di depan papan nama Jl Malioboro. Ternyata subuh–subuh begini masih ramai orang yang berkeliaran di sepanjang Jl Malioboro. Beberapa pedagang yang mulai menyiapkan dagangan. Wisatawan–wisatawan dari dalam dan luar negeri sedang asyik berfoto –foto.

Sekelompok wisatawan asing yang sedang duduk sambil tertawa. Ada juga yang bermain gitar sambil bernyanyi ria bersama teman–temannya. Hangatnya udara Kota Yogyakarta yang bersahabat membuat suasana subuh semakin nyaman saya rasakan. Sebagai traveler, kami tak mau melewatkan suasana subuh yang indah ini. Indrai langsung mengeluarkan kamera dari dalam tas yang digendongnya untuk mengabadikan momen ini.

Kami mulai berfoto senarsis mungkin di papan nama Jl Malioboro, di pohon yang sebagian batangnya dilingkari dengan kain batik. Kami memotret becak yang berjejer rapi di pinggir jalan, memotret papan nama toko yang ada tulisan seni dan batiknya. Badan saya mulai terasa capek, begitu juga dengan Indra. Adzan subuh mulai berkumandang.

“Cari penginapan yuk,” ajak Indra.

Dari satu pintu hotel ke pintu hotel lain kami datangi dan mencari kamar kosong, tapi semuanya penuh. Kami memutuskan untuk balik lagi ke jalan utama Malioboro. Di situ ada deretan kursi panjang yang kosong untuk istirahat sejenak. Kebetulan waktu kami keliling mencari penginapan, kami melewati masjid dan menunaikan salat subuh. Baru sebentar berjalan menuju masjid, ada bapak-bapak berjalan cepat ke arah kami.

“Mau cari penginapan ya? Ada kamar kosong Mas, kalau mau saya antar. Cuma Rp 75.000 satu hari, tapi nggak terlalu mewah kamarnya. Bisa buat 2 orang,” kata bapak itu.

Sekitar 15 menit berjalan, kami tiba di depan penginapannya. Penginapannya sederhana, fasilitasnya juga tak terlalu mewah, kamarnya tidak ber-AC. Cuma ada kipas angin yang menempel di langit–langit kamar. Satu buah tempat tidur lumayan besar cukup untuk 2 orang. Ada kamar mandinya di dalam. Kami sepakat untuk menginap di sini.

Kami lalu pergi ke minimarket membeli sabun dan beberapa peralatan lain untuk mandi. Setelah itu kami makan nasi kucing, sambal teri pedas, gorengan dan ceker ayam. Minumnya es teh manis. Setelah makan kami balik lagi ke penginapan. Sekitar satu jam lebih, kami sudah mandi dan bersiap keliling Yogyakarta.

Kami keluar dari penginapan sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah keluar dari penginapan kami berputar dulu ke toko-toko yang berjejeran di sepanjang Jl Malioboro. Kami masuk di salah satu toko yang berjualan aneka ragam kerajinan tangan. Lalu membeli beberapa gelang untuk menambah koleksi di tangan kami.

Ternyata Indra sudah ada di depan toko. Tapi dia tak sendirian, dia lagi asyik mengobrol dengan tukang becak yang siap menemani kami keliling siang ini. Kami memulai perjalanan siang ini dari depan toko tempat saya membeli gelang. Karena lagi musim liburan, suasana Malioboro siang itu macet dan becak yang kami tumpangi berjalan seperti siput.

Saya asyik menjepret cewek-cewek bule yang ada di samping kami. Jalanan yang tadinya macet kini udah mulai lancar. Tapi perjalanan kami tak selancar itu, terdengar suara ledakan yang membuat kami kaget dan melompat turun dari becak. Kami tertawa terbahak-bahak setelah tahu yang meledak adalah ban becak yang kami naiki.

Sambil menunggu ban becak ditambal, kami kembali berfoto–foto di depan monumen. Becak yang mengantar kami keliling siang ini kemudian mulai jalan lagi. Tukang becak membawa kami ke pusat toko batik di Jl Achmad Yani. Saya membelikan sepasang baju batik untuk orangtua. Harga batik di toko ini tak terlalu mahal.

Di akhir perjalanan, kami dibawa ke istana Taman Sari di Jl Taman Sari. Kami berfoto dulu di gapura istana yang bangunannya khas dengan gaya asli Jawa. Tembok–tembok bagian atas gapura terukir indah sulur–sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung Garuda. Setelah berfoto di gapura istana air, kami menuju ke dalam istana air yang saat itu ramai pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Posted by: piknikkejogja | December 12, 2013

KUNJUNGAN WISATA KE JOGJAKARTA MENINGKAT

 

Dari pantauan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke DIY menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2009, tercatat 2,9 juta turis domestik dan sekitar 123 ribu wisatawan mancanegara datang dan menginap di Yogyakarta.

“Jumlah wisatawan domestik sebesar 2,9 juta yang dilaporkan ini hanyalah tamu yang menginap di hotel. Jika menghitung wisatawan domestik yang berkunjung naum tidak menginap, kemungkinan jumlahnya akan lebih besar lagi,” papar Pemimpin BI Yogyakarta, Dewi Setyowati pada Rabu (18/01/2012).

Maka tak heran, tambahnya, jika musim liburan tiba, kepadatan lalu lintas di Kota Yogyakarta meningkat tajam di hampir semua titik, baik mall, tempat wisata maupun tempat kuliner. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2010 terdata sekitar 2,84 juta orang penumpang Kertea Api per tahun yang datang dan berangkat dari dan ke Yogyakarta. Sementara prnumpang yang datang dan berangkat, dari dan ke Bandar Udara Adistujipto tercatat 3,2 juta orang per tahun.

“Secara keseluruhan diperkirakan terdapat sekitar 20 juta orang per tahun yang mengunjungi Yogyakarta untuk berbagai keperluan,” terangnya.(tribunjogja.com)

Posted by: piknikkejogja | June 13, 2013

PANTAI POH TUNGGAL

Assalamu’alaikum..
Apa kabar hari minggu kamu kawan?
Berencana liburan kemana nih?
Yuuuuk kita review jalan-jalan di hari minggu bulan february 2013 yang lalu..
8

Saya berkunjung ke pantai “Poh Tunggal”
lokasi pantai ini ada di wilayah Wonosari, Yogyakarta, tepatnya ada di posisi timur pantai “Indrayanti”
jarak tempuh dari kota jogja dengan mobil pribadi berkecepatan normal kurang lebih 2,5 jam
masih relatif sama dengan pantai-pantai yang ada di wilayah Wonosari lainnya, pasir putih menjadi ciri khas dari pantai “Poh Tunggal” ini.

alamyang masih luar biasa primitif [ dengan panjang jalan 1 km ] cukup mempersulit perjalanan menuju pantai. Namun, suasana pantai yang didapatkan ketika tiba di lokasi mampu mengobati suasana hati yang tidak nyaman selama menempuh perjalanan

Pantai “Poh Tunggal” ini biasa juga dikenal dengan sebutan “Pok Tunggal” dan merupakan pantai dengan kondisi nyaman karena tidak terlalu ramai pengunjung. Terlihat jelas dan berdiri dengan gagah itulah karang yang merupakan bagian tak terlepaskan dari pantai “Poh Tunggal” daaaan… buat kamu yang hobby berjemur tapi tidak ingin kepanasan, don’t worry telah tersedia banyak payung warna-warni sekaligus karpet yang merupakan satu paket dari persewaan dengan harga 20K saja.
Warung yang menjual makan kecil dan aneka minuman juga telah tersedia. Namun, sekali lagi hanya makanan kecil yang notabene adalah makanan ringan. Dan yang unik dari warung makan ini adalah area semi kitchen ada di bawah tebing, yaitu dipesisir pantai, sedangkan area makan ada diatas tebing.
581
Posted by: piknikkejogja | March 25, 2013

SEKATEN DI JOGJA

sekatenDi wilayah Kotamadya Yogyakarta, terdapat upacara adat yang disebut sebagai Sekaten atau yang lebih dikenal dengan istilah Pasar Malam Perayaan Sekaten karena sebelum upacara Sekaten diadakan kegiatan pasar malam terlebih dahulu selama satu bulan penuh. Tradisi yang ada sejak zaman Kerajaan Demak (abad ke-16) ini diadakan setahun sekali pada bulan Maulud, bulan ke tiga dalam tahun Jawa, dengan mengambil lokasi di pelataran atau Alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Asal usul istilah Sekaten berkembang dalam beberapa versi. Ada yang berpendapat bahwa Sekaten berasal dari kata Sekati, yaitu nama dari dua perangkat pusaka Kraton berupa gamelan yang disebut Kanjeng Kyai Sekati yang ditabuh dalam rangkaian acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Pendapat lain mengatakan bahwa Sekaten berasal dari kata suka dan ati (suka hati, senang hati) karena orang-orang menyambut hari Maulud tersebut dengan perasaan syukur dan bahagia dalam perayaan pasar malam di Alun-alun Utara.

Pendapat lain mengatakan bahwa kata Sekaten berasal dari kata syahadataini, dua kalimat dalam Syahadat Islam, yaitu syahadat taukhid (Asyhadu alla ila-ha-ilallah) yang berarti “saya bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah” dan syahadat rasul (Waasyhadu anna Muhammadarrosululloh) yang berarti “saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah”.

Upacara Sekaten dianggap sebagai perpaduan antara kegiatan dakwah Islam dan seni. Pada awal mula penyebaran agama Islam di Jawa, salah seorang Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga, mempergunakan kesenian karawitan (gamelan Jawa) untuk memikat masyarakat luas agar datang untuk menikmati pergelaran karawitan-nya dengan menggunakan dua perangkat gamelan Kanjeng Kyai Sekati. Di sela-sela pergelaran, dilakukan khotbah dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Bagi mereka yang bertekad untuk memeluk agama Islam, diwajibkan mengucapkan kalimat Syahadat, sebagai pernyataan taat kepada ajaran agama Islam.

Di kalangan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, muncul keyakinan bahwa dengan ikut merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang bersangkutan akan mendapat pahala dari Yang Maha Agung, dan dianugerahi awet muda. Sebagai syarat, mereka harus menguyah sirih di halaman Masjid Agung Yogyakarta, terutama pada hari pertama dimulainya perayaan Sekaten. Oleh karena itu, selama perayaan, banyak orang berjualan sirih dengan ramuannya, nasi gurih beserta lauk-pauknya di halaman Kemandungan, di Alun-alun Utara atau di depan Masjid Agung Yogyakarta. Bagi para petani, dalam kesempatan ini memohon pula agar panenannya yang akan datang berhasil. Untuk memperkuat tekadnya ini, mereka membeli cambuk untuk dibawa pulang.

Sebelum upacara Sekaten dilaksanakan, diadakan dua macam persiapan, yaitu persiapan fisik dan spiritual. Persiapan fisik berupa peralatan dan perlengkapan upacara Sekaten, yaitu Gamelan Sekaten, Gendhing Sekaten, sejumlah uang logam, sejumlah bunga kanthil, busana seragam Sekaten, samir untuk niyaga, dan perlengkapan lainnya, serta naskah riwayat maulud Nabi Muhammad SAW.

Gamelan Sekaten adalah benda pusaka Kraton yang disebut Kanjeng Kyai Sekati dalam dua rancak, yaitu Kanjeng Kyai Nogowilogo dan Kanjeng Kyai Guntur Madu. Gamelan Sekaten tersebut dibuat oleh Sunan Giri yang ahli dalam kesenian karawitan dan disebut-sebut sebagai gamelan dengan laras pelog yang pertama kali dibuat. Alat pemukulnya dibuat dari tanduk lembu atau tanduk kerbau dan untuk dapat menghasilkan bunyi pukulan yang nyaring dan bening, alat pemukul harus diangkat setinggi dahi sebelum dipuk pada masing-masing gamelan.

Sedangkan Gendhing Sekaten adalah serangkaian lagu gendhing yang digunakan, yaitu Rambu pathet lima, Rangkung pathet lima, Lunggadhung pelog pathet lima, Atur-atur pathet nem, Andong-andong pathet lima, Rendheng pathet lima, Jaumi pathet lima, Gliyung pathet nem, Salatun pathet nem, Dhindhang Sabinah pathet em, Muru putih, Orang-aring pathet nem, Ngajatun pathet nem, Batem Tur pathet nem, Supiatun pathet barang, dan Srundeng gosong pelog pathet barang.

Untuk persiapan spiritual, dilakukan beberapa waktu menjelang Sekaten. Para abdi dalem Kraton Yogyakarta yang nantinya terlibat di dalam penyelenggaraan upacara mempersiapkan mental dan batin untuk mengembang tugas sakral tersebut. Terlebih para abdi dalem yang bertugas memukul gamelan Sekaten, mereka mensucikan diri dengan berpuasa dan siram jamas.

Sekaten dimulai pada tanggal 6 Maulud (Rabiulawal) saat sore hari dengan mengeluarkan gamelan Kanjeng Kyai Sekati dari tempat persemayamannya, Kanjeng Kyai Nogowilogo ditempatkan di Bangsal Trajumas dan Kanjeng Kyai Guntur Madu di Bangsal Srimanganti. Dua pasukan abdi dalem prajurit bertugas menjaga gamelan pusaka tersebut, yaitu prajurit Mantrijero dan prajurit Ketanggung. Di halaman Kemandungan atau Keben, banyak orang berjualan kinang dan nasi wuduk.

Lepas waktu sholat Isya, para abdi dalem yang bertugas di bangsal, memberikan laporan kepada Sri Sultan bahwa upacara siap dimulai. Setelah ada perintah dari Sri Sultan melalui abdi dalem yang diutus, maka dimulailah upacara Sekaten dengan membunyikan gamelan Kanjeng Kyai Sekati.

Yang pertama dibunyikan adalah Kanjeng Kyai Guntur Madu dengan gendhing racikan pathet gangsal, dhawah gendhing Rambu. Menyusul kemudian dibunyikan gamelan Kanjeng Kyai Nogowilogo dengan gendhing racikan pathet gangsal, dhawah gendhing Rambu. Demikianlah dibunyikan secara bergantian antara Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nogowilogo. Di tengah gendhing, Sri Sultan datang mendekat dan gendhing dibuat lembut sampai Sri Sultan meninggalkan kedua bangsal. Sebelumnya Sri Sultan (atau wakil Sri Sultan) menaburkan udhik-udhik di depan gerbang Danapertapa, bangsal Srimanganti, dan bangsal Trajumas.

Tepat pada pukul 24.00 WIB, gamelan Sekaten dipindahkan ke halaman Masjid Agung Yogyakarta dengan dikawal kedua pasukan abdi dalem prajurit Mantrijero dan Ketanggung. Kanjeng Kyai Guntur Madu ditempatkan di pagongan sebelah selatan gapuran halaman Masjid Agung dan Kanjeng Kyai Nogowilogo di pagongan sebelah utara. Di halaman masjid tersebut, gamelan Sekaten dibunyikan terus menerus siang dan malam selama enam hari berturut-turut, kecuali pada malam Jumat hingga selesai sholat Jumat siang harinya.

Pada tanggal 11 Maulud (Rabiulawal), mulai pukul 20.00 WIB, Sri Sultan datang ke Masjid Agung untuk menghadiri upacara Maulud Nabi Muhammad SAW yang berupa pembacaan naskah riwayat maulud Nabi yang dibacakan oleh Kyai Pengulu. Upacara tersebut selesai pada pukul 24.00 WIB, dan setelah semua selesai, perangkat gamelan Sekaten diboyong kembali dari halaman Masjid Agung menuju ke Kraton. Pemindahan ini merupakan tanda bahwa upacara Sekaten telah berakhir.

Posted by: piknikkejogja | February 1, 2013

PIKNIK KE PASAR BERINGHARJO JOGJA

Berlokasi di pusat “jantung” perekonomian kota jogjakarta, yaitu  satu kawasan dengan kawasan Malioboro. Pasar Beringharjo mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hendak berbelanja. Julukan Sebagai  salah satu pasar tradisional terindah di Jawa mungkin  bukanlah sebutan yang berlebihan untuk Pasar Beringharjo.
Pasar Beringharjo telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaanya mempunyai nilai historis dan filosofis yang cukup panjang tidak dapat dipisahkan dengan kraton Yogyakarta. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya.
Selain itu,Pasar Beringharjo juga merupakan salah satu pilar ‘Catur Tunggal’ Catur yang berarti empat (4), Tunggal yang berarti satu (1), dengan bahasa lain yaitu Empat pilar yang menjadi satu , terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Masjid, dan Pasar Beringharjo. Pasar melambangkan fungsi ekonomi.
Berbagai keperluan sehari dapat kita temukan disini, dan yang paling terkenal dari Pasar Beringharjo adalah koleksi Batiknya. Sebagai sentra pasar batik terbesar di Jogjakarta Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, mulai yang murah sampai yang mahal  tersedia di pasar ini.
kita masuk dari pintu gerbang barat , Pengunjung langsung akan menjumpai Koleksi batik kain. Sementara koleksi pakaian batik dapat dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik. Selain koleksi Batik , Sandal dan tas yang dijual dengan harga yang murah  dapat kita dijumpai di sekitar eskalator Pasar bagian barat.
Di bagian  timur dari Pasar Beringharjo terdapat penjual souvenir atau barang untuk oleh-oleh yang dapat dibeli dalam jumlah grosir / lusinan sehingga harganya bisa lebih murah. Di tempat ini pula banyak ditawarkan Aneka  Imitasi perhiasan dan perlengkapan pengantin, Sehingga tidak jarang, Banyak Tata rias pengantin ( Adat Jawa ) yang berburu koleksi terbaru perlengkapan pengantin di pasar ini.
Di lantai dua Pasar merupakan tempat yang asyik bagi anda untuk berburu barang antik. ada helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya. Di lantai itu pula, anda dapat memburu barang bekas berkualitas. Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, bahkan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik.
Di lantai dua  juga merupakan sentra jamu, jadi  jangan heran bila mencium aroma jejamuan yang sangat menyengat ( namun tetap menyehatkan.hehe). Lokasi ini memang merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah. Bahan jamu yang dijual misalnya kunyit yang biasa dipakai untuk membuat kunyit asam dan temulawak (pahitnya minta ampun) yang dipakai untuk membuat jamu . Rempah-rempah yang ditawarkan adalah jahe ,kayu manis dsb.
Puas berkeliling di bagian dalam Pasar , tiba saatnya untuk menjelajahi daerah sekitar pasar dengan pesona belanja yang  tak kalah menarik. Kawasan utara Pasar yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan . Anda bisa mencari kaset-kaset oldies dari musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain. Selain itu, terdapat juga kerajinan logam berupa patung Budha dalam berbagai posisi.  Dan Bagi kolektor uang kuno, tempat ini juga menjual uang dari berbagai negara, bahkan yang digunakan tahun 30-an.
Seperti pada umumnya pasar tradisional, Untuk mendapatkan barang di Beringharjo , para pengunjung harus pintar-pintar menawar demi mendapatkan harga murah. Berikut beberapa Tips dalam berbelanja di sini (versi si Mbok ).
1. Harus siap mental dan fisik , karena situasi dalam Pasar cukup ramai, dan jika bertepatan dengan musim kemarau, maka suasana didalam pasar terasa cukup panas, oleh karena itu hindari pakaian yang membuat badan anda menjadi gerah.
2. Pandai-Pandailah dalam menawar. Pertama kali, Tawarlah harga barang sedikitnya Sepertiga dari harga yang dilontarkan pedagang. Misal dikasih harga 90rb, ya jangan malu-malu  untuk menawar 30rb saja ,Lalu sedikit demi sedikit harga dinaikkan.
3. Jangan terlalu memperlihatkan ketertarikan anda kepada barang yang anda suka, apalagi langsung menanyakan harga, Karena pedagang biasanya cenderung jual mahal, karena pembeli kelihatan jatuh cinta pada pandangan pertama anda.
4. Kalau hanya ingin melihat-lihat model, silakan melihat mulai dari lorong tengah. Namun bila ingin membeli dalam jumlah banyak, harga di larik-larik kios di pinggir biasanya lebih murah.
5. Tips yang paling jitu yaitu berpura-pura.
Jika kita menawar, biasanya pedagang tidak langsung memberikan. Berpura-puralah pergi, sambil melihat-lihat barang di kios lain (walau dalam hati anda berharap dipanggil oleh si pedagang hehe…). Biasanya, pedagang akan memanggil kita dan meminta kita menambah harga.
6. Jika anda tidak suka menawar, lebih baik anda  berbelanja di toko-toko yang berada dikawasan Malioboro Yogyakarta.
7.Dan yang paling penting, Waspadalah terhadap si Copet, karena copet tak segan untuk mengambil barang milik kita tanpa permisi alias kulonuwun (namanya juga Copet bro).
Posted by: piknikkejogja | January 23, 2013

TIPS PIKNIK KE JOGJA

Untuk  anda yang ingin liburan di Yogyakarta dengan budget yang minim atau sedang merencanakan liburan ke Jogja untuk pertama kalinya? berikut ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk liburan ke Yogyakarta :

A.  Siapkan Sarana transportasi, karena lokasi tempat-tempat wisata yang layak dikunjungi di Jogjakarta cukup berjauhan, point ini penting untuk dipersiapkan agar tidak menguras kocek karena penggunaan kendaran umum.
B.    Buat rencana kunjungan wisata berdasarkan kelompok lokasi, hal ini supaya menghemat waktu dan ongkos transportasi. Ada baiknya anda merencanakan rute perjalanan. Untuk liburan singkat kurang dari seminggu, rencanakanlah untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang disukai di Yogyakarta. Informasi tempat wisata di Yogyakarta begitu banyak ada di internet, tinggal pilih
C.  Tempat menginap, tidak perlu khawatir mengenai tempat menginap, karena di Yogyakarta tersedia banyak penginapan dari losmen hingga hotel berbintang. Jika dana terbatas, banyak pilihan losmen yang cukup murah tapi bersih di daerah Sosrowijayan (jalan di barat Malioboro), dengan menginap di kawasan turis ini karena layanan jasa wisata seperti travel agent, hingga persewaan motor atau mobil dapat dengan mudah ditemui. Seperti halnya kawasan Kuta Bali atau Khaosan Road Thailand, di sepanjang jalan Sosrowijayan juga terdapat banyak kafe, money changer, warnet, dan pendukung wisata lainnya. Anda dapat menikmati atmosfer antar bangsa yang sangat mengesankan di kampung turis internasional ini. Dari Sosrowijayan ini Anda dapat berjalan-jalan menyusuri jalan Malioboro untuk melihat cinderamata khas Jogja. Pasar Beringharjo, Benteng Fredeburg, dan Keraton Kasultanan Yogyakarta juga sudah tidak jauh lagi. Jika lelah berjalan kaki, Anda dapat menaiki becak yang akan mengantar ke tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi. Anda juga bisa berwisata ke kota Solo dengan kereta  Prameks yang berangkat dari Stasiun Tugu yang tidak jauh dari Sosrowijayan.

 Untuk kebutuhan makan anda, terdapat beberapa restoran dan warung-warung makan, dan pedagang kaki lima, sert kebutuhan lain yang bisa anda dapat di beberapa mini market yang buka 24 jam. Jika anda berminat menikmati lesehan kaki lima, di atas jam 9 malam di kiri kanan Malioboro terdapat banyak pedagang lesehan menawarkan menu nasi gudeg dan menu-menu lain. Untuk anda yang gemar nongkrong menghabiskan waktu malam dengan rekan, di sosrowijayan terdapat beberapa cafe yang bukan sampai dini hari. Jalan Sosrowijayan hanya bisa diakses melalui jalan Malioboro, karena umumnya jalan di kawasan ini adalah satu arah. Adalah pertigaan pertama setelah anda memasuki jalan Malioboro, kurang lebih 50 meter arah selatan dari rel kereta stasiun kereta Tugu, jalan Sosrowijayan adalah cabang jalan Malioboro yang mengarah ke sisi kanan/barat.Kalau anda dari bandara, akses paling mudah adalah menggunakan taxi, tidak akan ada kesulitan berarti karena jalan sosrowijayan cukup dikenal di Jogja.

Posted by: piknikkejogja | January 19, 2013

Tips Piknik ke Jogja

Anda pelajar, pekerja dengan penghasilan terbatas, atau pengangguran? Jangan menyerah apabila memiliki hasrat mengunjungi Yogyakarta. Kota budaya yang kaya akan keaneka ragaman lokasi wisata. Cobalah tips berhemat berikut ini, sehingga impian Anda menuju Yogyakarta yang tetap istimewa bisa terwujud dan menyenangkan.

www.belantaraindonesia.org

1. Naik kereta ekonomi
Transportasi paling murah untuk menuju ke Yogyakarta selain menumpang dengan kendaraan teman adalah menggunakan kereta api. Untuk kereta api kelas ekonomi dari Jakarta ke Yogyakarta bertarif Rp 37.000. Semakin dekat kota Anda dengan Yogyakarta, akan semakin murah harga tiket keretanya.

Memesan tiket ekonomi tidak bisa semudah membeli tiket kereta kelas lainnya. Anda harus datang ke loket penjualan langsung. Namun tetap bisa memesan sebelum hari H yaitu H – 7. Setelah sampai di tujuan, jangan lupa untuk langsung membeli tiket pulang ya!

2. Menginap di kampung backpacker
Menjadi destinasi padat pengunjung, Yogyakarta memiliki kawasan penginapan murah yang biasa disebut dengan kampung backpackerMalioboro terkenal dengan deretan penginapan murah. Anda bisa menyusuri jalan – jalan yang ada di sana dan pilihlah penginapan yang paling pas dengan kantong Anda.

Jalan Sosrowijayanan, Sosrokusuman dan Dagen adalah beberapa jalan tempat bersemayam kamar – kamar penginapan dengan harga di bawah Rp 100.000. Jangan mencari di jalan utama, masuklah ke gang – gang kecil di sana. Penginapan di sana bisa dimulai dengan harga Rp 35.000 – Rp 90.000 per malam dan / atau per orang. Jangan anggap penginapan murah akan kotor atau tidak terawat, banyak juga penginapan murah di Yogyakarta yang bersih dan sederhana.

Ada lagi satu alternatif yang bisa diambil, terutama jika Anda liburan bersama teman – teman. Di kawasan UGM, ada beberapa kos – kosan yang menawarkan kos harian. Harga yang ditawarkan bervariasi, namun tentu lebih murah dari penginapan biasa. Tapi tidak bisa setiap saat menginap di kos – kosan harian, karena bisa saja kamar kos sedang terisi penuh oleh mahasiswa luar kota.

3. Tekan pengeluaran makan
Tak sulit menemukan makanan murah di Yogyakarta. Saat siang, kunjungi saja penjaja pecel yang ada di sekitaran pasar. Dengan kurang dari 5 ribu, Anda sudah bisa menikmati sayur, lontong dan gorengan yang disiram dengan bumbu kacang. Atau, telusuri jalan di dekat Keraton. Di sana berjejer penjual gudeng dengan aneka harga, ada yang murah dan mahal. Jangan mudah menyerah, gudeg dengan harga murah meriah senang menunggu Anda untuk ditemukan.

Malam hari adalah surganya makanan murah. Meluncurlah ke kawasan kampus UGM dan nikmatilah pecel ayam seharga 7.000 dan teh tawar atau air putih gratis. Jika malas jalan jauh ke sana, anda bisa menjelajah Kawasan Malioboro dan Keraton dan mengisi perut di angkringan. Nasi kucing, sate jeroan dan jahe hangat jadi penyelamat kelaparan Anda. Rp 5.000 bisa kenyang!

4. Pilih transportasi murah meriah
Ingin memutari Yogyakarta hanya dengan 3p 3.500? Naik TransJogja jawabannya. Nikmatilah perjalanan memutari Yogyakarta dengan bus umum yang nyaman ini. Rute bus ini melewati banyak tempat wisata, salah satunya adalah Candi Prambanan.

Anda juga bisa menyewa sepeda dengan harga Rp 20.000 per hati. Gowes sambil liburan akan memberi pengalaman berbeda yang tentu tidak bisa terlupakan!

5. Kunjungi objek wisata gratis
Banyak sekali objek wisata gratis yang bisa Anda datangi di Kota Gudeg ini. Foto – foto di Pasar Beringharjo, jalan – jalan santai di daerah Tugu atau keliling Keraton dan alun – alun adalah beberapa kegiatan gratis dan juga seru yang bisa Anda lakukan.

Tak hanya itu, Anda juga bisa berkunjung ke taman kota. Santai di sana sambil menontoni pengunjung juga asyik. Dan ada juga taman gratis yang seru. Taman Pintar akan mengajak Anda lebih pintar tanpa menarik biaya sepeserpun. Seru kan!

6. Pintar – pintar menawar saat belanja
Liburan murah bukan berarti tidak bisa membawa oleh – oleh atau cindera mata. Anda hanya harus lebih giat menawar. Jangan langsung terima harga pertama yang ditawarkan. Cobalah menawar setengah harga. Patok tawaran anda di 2/3 harga aslinya. Jangan kaget jika Anda akan memborong banyak oleh – oleh saat kembali ke kota asal.

Ada juga beberapa tempat belanja untuk menemukan barang – barang dengan harga murah. Tersesat di dalam Pasar Beringharjo adalah cara asyik belanja oleh – oleh. Jangan lupa untuk mengunjungi semua lantai, karena ada saja barang menarik yang bisa Anda beli.

Deretan toko cindera mata di pintu keluar komplek Candi Prambanan juga memiliki harga yang lumayan bersahabat. Gelang kayu sederhana hanya dihargai Rp 1.000 per buah. Jangan lupa menawar jika Anda pikir harga barang terlalu tinggi.

Posted by: piknikkejogja | January 14, 2013

TIPS PIKNIK KE JOGJA

12 1 3

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Penggalan lirik lagu ini mungkin bagi sebagaian orang sudah tidak asing lagi. Betul, judulnya Malioboro, lagu yang dibawakan Kla Project. Malioboro merupakan salah satu tempat favorit ditengah kota Yogyakarta yang selalu dipenuhi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu tempat tujuan wisata yang populer di Indonesia. Semakin populernya kota ini sebagai tujuan wisata, membuat harga barang serta fasilitas wisata juga melambung. Padahal dulu Yogyakarta dikenal sebagai tempat wisata murah.

Tapi tenang saja, dibawah ini ada beberapa tips agar Anda bisa tetap menikmati kekhasan Yogyakarta, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam:

1. Gunakan kereta api

134

Jika berangkat dari Jakarta ada beberapa pilihan kereta ekonomi menuju Yogyakarta dengan harga murah. Misalkan dengan menggunakan kereta ekonomi Progo dengan harga tiket Rp 35.000, Anda sudah bisa sampai stasiun Yogyakarta dengan selamat.

Jika berangkat dari Bandung bisa menggunakan kereta Kahuripan seharga Rp 24.000. Mengapa kereta ekonomi? Selain murah, jika berangkat dari arah Jakarta-Bandung perjalanan menggunakan kereta ekonomi juga cukup menghemat waktu karena akan terhindar dari macet.

2. Berkeliling dengan Transjogja

trans-jogja-image3
Selama berwisata di Yogyakarta, banyak pilihan alternatif untuk mengelilingi dan berkunjung ke tempat-tempat wisata. Salah satunya dengan angkutan umum, di Yogyakarta masih banyak bus dalam kota dengan harga terjangkau. Ada juga naik bus transJogja dengan harga tiket Rp 3.000 untuk single trip. Rute bus ini pun melewati beberapa tempat strategis di Yogyakarta.

3. Penginapan Murah
Di Yogyakarta masih banyak penginapan yang murah, salah satunya di Sosrowijayan. Tempat ini merupakan surganya para backpacker. Lokasi Sosrowijayan merupakan sebuah jalan  kecil di daerah Malioboro atau sekitar 200 meter dari Stasiun Tugu.  Selain tempatnya strategis, banyak pilihan berbagai hotel dengan tarif murah, mulai dari Rp 50.000/orang/malam.

4. Memilih makanan

516
Urusan perut jangan sampai terlewatkan. Dengan uang seratus ribu saja, Anda bisa menikmati berbagai macam kuliner murah untuk beberapa hari di Yogyakarta. Anda bisa menikmati gudeg basah, sajian kuliner khas kota ini, untuk sarapan seharga Rp 7.000 per porsi lengkap dengan ayam suwir. Anda bisa menemukan penjual gudeg basah, pecel sayur, bubur ayam, soto dan lain sebagainya saat pagi hari di pinggiran Jalan Malioboro.

Untuk makan siang, masih banyak rumah makan di Yogyakarta yang menjual nasi sayur lengkap dengan lauk-pauk dan minuman seharga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per porsi. Nah, pilihan makanan murah akan lebih banyak tersedia saat malam hari.

Siapa yang tak kenal dengan ankringan, sebutan untuk warung tenda khas Yogyakarta. Angkringan menjadi pilihan khas tersendiri untuk wisatawan menghabiskan malam di kota ini. Di angkringan, ada berbagai pilihan minuman untuk menghangatkan badan.

5. Berbelanja
Untuk berbelanja, Anda tidak usah khawatir kalau kantong Anda tidak kuat. Anda bisa berbelanja di Pasar Beringharjo, surganya belanja khas Yogyakarta. Tetapi Anda harus rela menyelip ke bagian dalam pasar untuk mendapatkan harga miring, mulai dari baju batik, tas, hingga kain-kain motif batik. Kalau ingin membeli aksesoris seperti gelang, pernak-pernik, maupun sandal khas Yogyakarta coba beli di toko grosir, harganya akan lebih murah meskipun Anda membeli eceran.

6. Hati-hati naik becak di Malioboro
Banyak penarik becak yang menjadi agen dari toko jajanan khas Yogyakarta. Mereka mendapatkan komisi jika penumpangnya berbelanja disana. Bukannya diantar langsung ke tempat tujuan, Anda justru dipaksa mampir ke toko tersebut. Karena itu perjelaslah tujuan Anda kepada sang penarik becak.

7. Berbagai objek wisata
Banyak objek wisata di Yogyakarta yang bisa dinikmati dengan biaya murah. Sebagian besar objek wisata menawarkan biaya masih kurang dari Rp 5.000, misalnya saja Benteng Vredeburg, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, dan lain-lain.

Sekedar saran, coba cari waktu yang pas dengan diadakannya event budaya di Yogyakarta. Misalnya saat Festival Kesenian Yogyakarta berlangsung, Anda akan mendapatkan bonus wisata budaya dan seni gratis yang berlangsung hampir setiap hari selama sebulan.

Ternyata Anda masih tetap bisa berwisata ke Yogyakarta dengan kantung pas-pasan.

Posted by: piknikkejogja | January 11, 2013

Piknik ke Malioboro

Malioboro merupakan kawasan belanja nomor satu di DIY dan paling ramai dikunjungi para wisatawan. Karena di sepanjang jalan tersebut kita dapat beli berbagai macam barang-barang dan makanan-minuman tentunya. Mulai dari souvenir-souvenir, barang kerajinan, batik cap dan tulis, kaos dagadu (kebanyakan aspal), sandal, topi, tas, untuk makanan terdapat bakpia, geplak, yangko, berbagai macam keripik dll.
Untuk Piknik ke kawasan Malioboro bisa melalui rute dari perempatan tugu Yogyakarta belok ke selatan (melewati jalan Mangkubumi), setelah melewati stasiun tugu nanti ambil jalan sebelah kanan menuju Jalan Malioboro/Jalan Mataram, saat melewati bundaran ambil jalan ke kanan untuk ke arah Malioboro.
Menurut sejarahnya, konon nama Malioboro didapat dari seorang anggota kolonial Inggris yang pernah menduduki Yogyakarta pada tahun 1811-1816 M, yaitu bernama Marlborough (dipelesetkan menjadi Malioboro). Disepanjang jalan Malioboro akan ditemukan beberapa tempat populer yakni Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Gedung Agung juga ada Kepatihan (tempat Gubernur DIY).
Di sepanjang trotoar jalan Malioboro kita akan disuguhi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal menjajakan barang dagangannya. Bagi yang pandai menawar, anda akan beruntung mendapatkan barang belanja dengan harga murah. Karena kebanyakan para pedagang kaki lima tersebut menerima tawar-menawar atas barang yang dijualnya. Bahkan bila harga awal yang dipatok pedagang tinggi kita bisa mendapatkan barang incaran kita hingga setengah harga awalnya. Syaratnya ya tadi, harus pandai menawar, Hehehe.
Untuk PKL tadi merupakan jual beli yang tradisional karena masih bisa kita tawar harganya. Dan untuk jual beli yang modern kita juga dapat mampir ke toko-toko di kawasan Malioboro. Ada Mall Malioboro, Toko Ramai, Toko Progo, Toko Matahari, Toko Ramayana, dll. Kebanyakan di toko-toko ini kita tidak dapat menawarnya karena harganya pas. Namun ada juga di toko-toko tertentu menerima tawar-menawar seperti pernah saya alami di suatu toko pakaian jaket.
Ketika piknik ke jogja Selain kita disuguhi wisata belanja yang super lengkap, kita juga dapat menikmati kendaraan khas jogja yaitu becak dan andong. Kita dapat melihat kendaraan ini berlalu-lalang di Malioboro sebelah kanan jalan yang memang masih terdapat jalan aspalan. Untuk sebelah kiri jalan sudah penuh sesak dengan parkiran sepeda motor yang berjejer dari ujung utara hingga selatan. Jumlah sepeda motor yang penuh sesak itu menandakan bahwa kawasan Malioboro memang kawasan terpopuler untuk orang Jogja sendiri ataupun untuk wisatawan.
Segala aktivitas jual beli di Malioboro biasanya berlangsung dari siang hingga malam hari. Dan selepas jam 21.00 kita akan menemukan suasana berbeda yakni wisata kuliner lesehan malam di Malioboro. Di lesehan ini menawarkan berbagai macam makanan, semisal: makanan fastfood (masakan ala barat), masakan Cina dll. Bagi yang tertarik untuk kuliner ini saya sarankan lihat dulu daftar harganya atau tanya harganya dulu, karena kebanyakan para penikmat kuliner lesehan kalau tidak tahu harganya bisa kena harga berlipat dari harga semestinya. Jadi, waspadalah, waspadalah.
Bila anda berkeinginan singgah istirahat di Malioboro, disini juga terdapat beberapa hotel berbintang seperti Natour Garuda Hotel, Ibis Malioboro Hotel, Mutiara Hotel (di timur jalan Malioboro sebelah utara) dan yang berduit minim ada juga motel melati. Bisa anda temukan di sebelah utara barat Malioboro atau coba anda cari di jalan-jalan ini: jalan Dagen, jalan Suryatmajan, jalan Sosrowijayan, jalan Mataram. Kalau anda bingung bisa bertanya pada tukang becak di sepanjang jalan Malioboro, tukang becak akan dengan senang hati memberikan referensi kepada anda.
Jadi bila anda Piknik ke Yogyakarta saya sarankan untuk mengunjungi Malioboro ini. Tidak afdol rasanya bila belum sempat ke Malioboro bila anda berkunjung ke Yogyakarta. Karena berbagai oleh-oleh dan berbagai macam barang di seluruh wilayah Yogyakarta diperjualbelikan di kawasan Malioboro ini.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.